Sabtu, 03 Mei 2008

21 Film Indonesia Terbaik

21 film Indonesia terbaik ini disusun berdasarkan film-film yang beredar mulai periode 2000

Ada Apa Dengan Cinta
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Produksi : Miles Production (2002)
Pemain : Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Ladya Cheryl
Penghargaan : FFI 2004 untuk Sutradara Terbaik (Rudi Soedjarwo), Aktris Terbaik (Dian Sastrowardoyo)

Tidak bisa dipungkiri AADC adalah salah satu penggebrak yang membuat cerita tentang kehidupan remaja menjadi marak dimana-mana, baik di layar lebar maupun layar televisi. Film ini hadir dengan cerita yang sederhana namun dikema Dian s dengan begitu menarik. Kesatuan akting pemainnya patut diacungijempol, chemistry antara Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra terjalin baik, begitupula dengan 4 aktris pendukung yang berperan sebagai teman segengnya. Tidak hanya itu, film ini juga sukses membuat sastra menjadi bagian dari kehidupan remaja, terbukti dengan buku Aku yang kembali dicetak setelah film ini sukses dimana-mana.


Anak-Anak Borobudur
Sutradara : Arswendo Atmowiloto
Produksi : PT Atmo Admel Film
Pemain : A
dadiri Tanpalang, Adi Kurdi

Film ini oke karena hadir sebagai film yang bercerita lewat dunia anak-anak, meski temakeseluruhannya umum dan mendasar sekali, yakni tentang kejujuran. Filmnya sederhana danapa adanya. Kekuatan film in i terleta pada dialognya yang seperti 'reminder', entah itu denganceletukan sederhana maupun secara tersurat begitu saja. Unsur kedaerahan bisa terangkatdengan baik, ceritanya tidak mengawang-awang, serta terdapat kisah menyentuh tentangketidaksempurnaan manusia juga ketidaksempurnaan kehidupan ini, alur ceritanya jugamenarik. Dengan tema yang yang terkesan serius, film ini mampu hadir sebagai film yang menghibur dan menyenangkan untuk ditonton.


Arisan!
Sutradara : Nia Dinata
Produksi : Kalyana Shira Films (2003)
Pemain : Tora Sudiro, Surya Saputra, Cut Mini Theo, Rachel Maryam, Aida Nurmala
Penghargaan : FFI 2004 untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik (Tora Sudiro), Aktor Pendukung Terbaik (Surya Saputra), Aktris Pendukung Terbaik (Rachel Maryam)

Film ini mencoba mengupas kehidupan kosmopolitan kalangan kelas atas di Jakarta dengan jujur dan itu berhasil digambarkan Nia Dinata dengan sangat baik! Segala macam problema kehidupan kaum jetset dikupas di film ini, mulai dari perselingkuhan, percintaan sesama jenis, ibu-ibu arisan tukang gossip dan pentingnya arti kejujuran dituturkan dengan begitu menarik. Keseluruhan pemain berakting maksimal, bahkan hampir semuanya meraih Piala Citra dalam FFI 2004! Setelah bermain di film ini, Tora Sudiro sukses menjadi aktor papan atas tanah air.


Ayat-Ayat Cinta
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produksi : MD Pictures (2008)
Pemain : Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri

Siapapun setuju bahwa AAC adalah film yang sangat fenomenal. Dari awal proses produksi sampai film ini tayang kata fenomenal seolah melekat dalam film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini. Diangkat dari novel laris karya Habibburahhman El Shirazy, kesuksesan AAC ternyata tidak kalah dengan kesuksesan novelnya -meski banyak bagian yang jauh berbeda dengan gambaran cerita di novel-. Nama Carissa Putri mencuat setelah berperan sebagai Maria di film ini. Kabar terakhir film Ayat-Ayat Cinta sukses menyedot 3,5 juta penonton dan menjadikan film ini sebagai film terlaris di Indonesia, menggeser film Eiffel I'm In Love yang pada tahun 2004 ditonton oleh 3,2 juta penonton.


Berbagi Suami
Sutradara : Nia Dinata
Produksi : Kalyana Shira Films (2006)
Pemain : Jajang C Noer, Shanty, Dominique, Ria Irawan
Penghargaan : FFI 2006 untuk Aktor Pendukung Terbaik (El Manik)

Poligami. Satu kata yang begitu kompleks hingga dalam film ini poligami itu perlu diungkap melalui 3 kisah. Tapi 3 kisah itu tidaklah rumit, 3 kisah berbeda itu tampak begitu hidup dan nyata, seolah kisah itu benar-benar terjadi di depan kita. Tidak hanya unggul dari segi cerita, Berbagi Suami juga menampilkan deretan aktor dan aktris yang bermain apik dan menghidupkan karakternya dengan sangat baik. Pujian terbesar patut diberikan kepada Nia Dinata atas filmnya ini.


Catatan Akhir Sekolah
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produksi : Rexinema
Pemain : Ramon Y Tungka, Vino G Bastian, Marcell Chandrawinata

Bosan dengan film remaja yang melulu menampilkan kisah cinta menye-menye yang mengharu biru? Kalau jawabannya YA, silahkan tonton film ini. Film ini sukses memaparkan kisah tentang kehidupan remaja SMA dalam sisi yang berbeda, kehidupan para pecundang di sekolah. Cerita yang berbeda, pemain yang fresh dan berakting natural serta soundtrack yang sangat enak untuk didengarkan sukses menjadikan kita jatuh cinta dengan film ini.


Denias, Senandung di Atas Awan
Sutradara : John De Rantau
Produksi : Alenia Pictures (2006)
Pemain : Albert Fakdawer, Marcella Zalianty, Pevita Pearce
Penghargaan : FFI 2006 untuk Aktor Terbaik (Albert Fakdawer), Skenario Asli Terbaik.

Elo males sekolah? Coba tonton film ini, dijamin kisah Denias akan menginspirasi elo bahwa sekolah itu adalah sesuatu yang penting dan patut untuk diperjuangkan. Ya, tokoh Denias dan cerita hidupnya memang sangat inspiratif, menyentuh dan indah. Dalam film ini kita tidak hanya disajikan kisah perjuangan Denias untuk bersekolah, lebih dari itu film ini juga menampilkan Tanah Papua yang sangat sangat indah! Produksi pertama dari Alenia Pictures ini sukses mengorbitkan Albert Fakdawer sebagai aktor cilik berbakat yang sangat potensial.

Eliana-Eliana
Sutradara : Riri Riza
Produksi : Miles Production (2003)
Pemain : Rachel Maryam, Jajang C Noer
Penghargaan : Best Young Cinema dan penghargaan khusus dari juri NETPAC/FIPRESCI (Network for Promoting Asian Cinema dan Federation of International Film Critics), Nominasi dalam Vancouver Film Festival, Best Actress Festival Film Deauville Perancis 2003

Film ini mencoba menampilkan realita kehidupan Jakarta yang gelap dan getir. Dialog antara Eliana dengan Bunda, tengilnya supir taksi, genitnya laki-laki dan aneka macam hal lain seolah menggambarkan realita Jakarta yang sebenarnya. Ini memang film gelap, mencoba mengangkat realita kehidupan kalangan menengah dan perjuangannya untuk hidup di rimba Jakarta. Chemistry Rachel Maryam dan Jajang C Noer terjalin sempurna dan menjadikan film ini kian bernyawa.


Gie
Sutradara : Riri Riza
Produksi : Miles Production (2005)
Pemain : Nicholas Saputra, Lukman Sardi, Wulan Guritno
Penghargaan : FFI 2005 untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik (Nicholas Saputra)

Gie adalah film biopic. Sebuah film yang memaparkan kehidupan tokoh nyata bernama Gie. Tenang, ini bukan film membosankan, meski unsur sejarahnya kental, menonton film ini jauh berbeda dengan membaca buku Sejarah yang tebal-tebal. Menonton film ini kita akan menikmati setting tempo dulu yang begitu menarik, kisah kehidupan Gie juga dipaparkan dengan gaya yang enak dan tidak membosankan. Kelebihan lain yang membuat film ini semakin enak ditonton adalah soundtracknya yang sangat enak didengar.


Janji Joni
Sutradara : Joko Anwar
Produksi : Kalyana Shira Films (2005)
Pemain : Nicholas Saputra, Mariana Renata, Rachel Maryam
Penghargaan : FFI 2005 untuk Aktor Pembantu Terbaik (Gito Rollies)

Debut Joko Anwar sebagai sutradara sangat memukau! Lewat film ini Joko menampilkan gaya bercerita yang unik dan fresh. Cerita dan dialognya yang cerdas serta suntikan bumbu komedi yang pas menjadikan film ini layak diberi pujian. Yang tidak bisa dilupakan adalah menonton film ini kita seperti membuka banyak kado, banyak sekali kejutan-kejutan menyenangkan yang membuat kita sangat menikmati film ini.


Jomblo
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produksi : SinemArt Pictures (2006)
Pemain : Agus Ringgo, Christian Sugiono, Nadia Saphira
Penghargaan : FFJ 2006 untuk Aktor Pendatang Baru Terbaik (Agus Ringgo)

Diangkat dari novel laris karya Adhitya Mulya, Jomblo menceritakan persahabatan 4 orang mahasiswa dan aneka macam permasalahannya. Film ini film komedi. Diceritakan dengan gaya komedi yang memungkinkan anda panen senyuman saat menonton film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini. Selipan animasi serta gaya penceritaan narasi yang beda membuat nuansa komikal yang lucu semakin terasa. Untuk akting pemain memang masih banyak kekurangan disana-sini, namun hal itu bisa dimaafkan berkat akting oke Agus Ringgo dan Nadia Saphira.


Kala
Sutradara : Joko Anwar
Produksi : MD Pictures (2007)
Pemain : Fachri Albar, Shanty, Ario Bayu, Fahrani
Penghargaan : FFI 2007 untuk Film Berbahasa Indonesia Terbaik

Dunia Joko Anwar yang kelam terekspos habis-habisan di film ini. Ya, Kala adalah dunia buatan Joko Anwar. Dunia buatan yang sangat keren dan cerdas! Film ini nampak seperti luapan hati Joko Anwar yang diceritakan dengan gaya yang mencekam. Selain keunggulan cerita, setting dan akting pemain, film ini menawarkan sesuatu yang baru yang menjadikan film ini berbeda dari film-film Indonesia lainnya. Salut untuk Joko Anwar dengan karya hebatnya ini



Ketika
Sutradara : Deddy Midzwar
Produksi : Demigisela Citra Sinema (2005)
Pemain : Deddy Midzwar, Lidya Kandou, Senandung Nacita

Sebelum Nagabonar dan setelah Kiamat Sudah Dekat, Deddy Midzwar menggarap film ini. Mungkin banyak yang tidak familiar dengan film ini, hmmmm sayang sekali! Sayang sekali karena film ini tidak kalah bagusnya dengan Nagabonar Jadi 2. Film ini mencoba jujur dan merekam kehidupan dimana (mungkin suatu saat nanti) hukum ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Skenario jempolan yang ditulis Musfar Yasin adalah nyawa film ini. Dan, meskipun ada beberapa kekurangan yang (sedihnya) cukup menganggu, film ini mencoba mengajarkan kepada kita tentang kehidupan yang satir.


Love
Sutradara : Kabir Bhatia
Produksi : 13 Entertainment
Pemain : Acha Septriasa, Luna Maya, Wulan Guritno

Sesuai judulnya, film ini menampilkan kisah cinta yang dirangkum dalam 5 cerita berbeda. Kisah cinta yang memiliki rasa berbeda. Ada cinta yang lucu, sedih, tragis, jujur dan indah. Kisah cinta dari berbagai kehidupan tokohnya yang berbeda menjadi kekuatan film ini. Kita dibawa tertawa, tersentuh dan menangis lewat jalinan ceritanya yang menyentuh. Kualitas akting pemainnya menjadi nilai plus film ini. Selain itu soundtrak dan musik pengiring film ini membuat nuansa cinta di film ini menjadi semakin kental.


Mengejar Mas-Mas
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Produksi : DePic Production (2007)
Pemain : Dinna Olivia, Poppy Sovia, Dwi Sasono
Penghargaan : Aktris Terbaik (Dinna Olivia) dalam ajang FFI 2007, FFJ 2007, IMA 2007, MIMA 2007

Akting Dinna Olivia adalah nyawa film ini, hal ini terbukti dengan predikat aktris terbaik yang diraihnya di SEMUA penghargaan di tanah air. Namun banyak juga hal lain di film ini yang menjadikan film ini istimewa. Kentalnya unsur budaya lokal, ide cerita serta dialog-dialog yang jujur dan sindiran-sindirian yang menyentil membuat film ini semakin enak ditonton. Debut akting Poppy Sovia tidak kalah memikat dari akting gemilang Dinna Olivia.


Mengejar Matahari
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Produksi : SinemArt (2006)
Pemain : Winky Wiryawan, Fedi Nuril, Fauzi Baadilla, Udjo

Kisah tentang persahabatan 4 cowok yang telah bersahabat sejak kecil dan persahabatan mereka diuji ketika mereka beranjak dewasa. Cerita yang simpel tapi dibalut dengan menarik dan tidak membuat penontonnya bosan. Visualisasi kehidupan masyarakat menengah dengan kehidupan di wilayah rumah susun yang tampak real menjadi kekuatan film ini. Selain itu unsur filosofi dan beberapa dialognya yang sarat inspirasi membuat film ini makin istimewa.



Nagabonar Jadi 2
Sutradara : Deddy Midzwar
Produksi : Demigisela Citra Sinema (2007)
Pemain : Deddy Midzwar, Tora Sudiro, Wulan Guritno, Lukman Sardi
Penghargaan : FFI 2007 untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik (Deddy Midzwar), Aktor Pendukung Terbaik (Lukman Sardi), Penyutradaraan (Deddy Midzwar)

Film ini sukses meraih predikat film terbaik di berbagai ajang penghargaan. Musfar Yasin sebagai penulis skenario sukses meramu kisah yang sangat bagus dengan selipan pesan nasionalisme yang menyentil. Deddy Midzwar sebagai aktor senior tampil sempurna dan nyaris tanpa cela. Begitupula dengan deretan pemain lainnya yang semakin mendukung 'kesempurnaan' film ini. Menangis, tersenyum dan tertawa ketika menyaksikan film ini sangatlah wajar. Siapapun tidak akan bisa melupakan film ini, terlebih dengan kalimat "Apa Kata Dunia??" yang menjadi ciri khas Nagabonar


Opera Jawa
Sutradara : Garin Nugroho
Pemain : Artika Saridevi, Martinus Miroto, Eko Supriyanto
Penghargaan : Festival Film Internasional Venisia 2006, Festival Film Internasional London 2006 dan Festival Film Internasional Toronto 2006

Film ini menjadi menarik karena berhasil menceritakan cerita 'lama' dengan gaya penceritaan yang berbeda, ditambah lagi kaitannya dengan problematika masa kini. Gabungan unsur tradisional dan unsur modern terlihat ciamik dalam nyanyian dan tarian-tarian yang disajikan. Juga, simbolisasi yang meski agak sulit dimengerti, tapi secara artistik tetap terlihat indah. Terlebih lagi isinya padat dengan petuah-petuah bijaksana tentang kehidupan. Film ini 'nyeni' banget deh!


Perempuan Punya Cerita
Sutradara : Fatimah T Rony, Nia Dinata, Upi, Lasja Fauzia
Produksi : Kalyana Shira Films (2008)
Pemain : Shanty, Sarah Sechan, Rieke Dyah Pitaloka, Kirana Larasati, Susan Bachtiar

Satu terobosan baru. 4 sutradara wanita menyutradarai 4 cerita yang digabung menjadi satu dan diberi nama Perempuan Punya Cerita. Ini memang film perempuan, sutradaranya perempuan, cerita tentang perempuan dan pastinya digarap dengan unsur feminisme yang kental. Tapi justru 'keperempuanan' itu yang menjadi kekuatan film ini. 4 cerita perempuan ini sangat enak dinikmati, tidak menggurui dan menyayat hati. Debut akting Sarah Sechan dan Susan Bachtiar sangat layak diberi acungan jempol.


Petualangan Sherina
Sutradara : Riri Riza
Produksi : Miles Production (2000)
Pemain : Sherina Munaf, Derby Romero, Didi Petet

Inilah film anak-anak paling fenomenal di negeri ini. Sukses menjaring berjuta-juta penonton yang rela antre demi menonton aksi Sherina Munaf dan Derby Romero film ini juga menjadi salah satu film yang menandai kebangkitan film tanah air. Sekilas film ini memang mirip Home Alone, tapi pengemasannya yang ala Indonesia membuat kita tidak perduli akan hal itu dan larut ikut dalam petualangan Sherina dan Sadam. Setelah film ini ada beberapa film anak-anak yang beredar di pasaran, namun tidak satu pun yang berhasil menandingi kesuksesan film ini.


Rindu Kami PadaMu (2004)
Sutradara : Garin Nugroho
Produksi : Yayasan Set
Pemain : Didi Petet, Neno Warisman, Fauzi Baadilla

Ada yang menyebut bahwa film ini adalah film terbaik di tahun 2004. Kami juga setuju dengan anggapan itu. Ya, film ini memang sangat bagus. Hasil karya Garin Nugroho yang kualitasnya begitu prima. Cerita sederhana, kehidupan di pasar yang sederhana lengkap dengan segala perniknya, kalimat-kalimat sederhana yang indah dan puitis menjadi keunggulan film ini. Semua pemain berakting sangat maksimal, termasuk pemain-pemain cilik yang sangat menjiwai perannya. Kesederhanaan film ini menjadi istimewa karena penggarapannya yang baik dan sangat indah.

Label:

1 Comments:

Blogger Benazio R.P said...

setuju ! tapi ada 2 si yang ga setuju. survey dari mana ? hehe

4 Mei 2008 06.36  

Posting Komentar

<< Home